Blogger Widgets

Saturday, November 16, 2013

PERAN PEMUDA

      Pemuda adalah pemimpin masa depan yang akan datang.makanya ditangan generasi muda lah nasib suatu bangsa. Apa bila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat yang kuat untuk memajukan bangsa dan Negara ini saya yakin Negara ini akan menjadi Negara yang maju dan berkembang.

      Pemuda sering dianggap sebagai kelompok yang mempunyai aspirasi sendiri yang kadang bertentangan dengan aspirasi masarakat atau lebih tepanya dengan kaum tua.Di Era saat ini kita telah melihat lemahnya peran pemuda di berbagai sektor kehidupan baik di sosial politik atau pun ekonomi.

     Jika di lihat dari sejarahnya Pergerakan kaum pemuda memiliki kekuatan yang sangat besar jika bisa memanfaatkan potensinya.


Ada beberapa peran pemuda untuk memajukan bangsa ini diantaranya adalah :

1. Pemuda sebagai asset masa depan

    Pemuda sebagai asset masa depan seharusnya tahu apa yang harus dimiliki dan kemampuan apa yang harus di asah,karena penerus masa depan ini lah yang akan menentukan nasib masa depan bangsa .
     Apabila pemuda memiliki kemampuan yang bagus dan lebih maka nasib bangsa ini akan sukses,begitu juga sebaliknya jika pemuda tida memiliki kemampuan dan keahlian maka nasib bangsa ini akan hancur dan negara juga akan terpuruk akibat pemuda yang tidak memiliki kemampuan.

2.  Pemuda Sebagai intelektual berpendidikan yang menjaga nilai-nilai di masyarakat

      Sudah semestinya pemuda yang menjadi abdi masyarakat sesuai dengan yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi. Dimana para pemuda harus berkolaburasi dengan masyarakat untuk memjaga nilai-nilai budaya dan agama yang dimiliki bangsa ini.
      Terutama sekali nilai agama dan kesopanan yang selama ini sudah banyak ditinggalkan oleh kalangan intelektual muda dinegeri ini, kenapa demikian karna banyak orang yang pintar, cerdas , berwawasan luas, namun masih melakukan pemerkosaan, dan penjualan nilai-lain budaya bangsa ini seperti tari pendet dari bali, rendang dari Sumatra barat,dll.

3. Pemuda sebagai agent of change

     Pemuda menyukai aktif di berbagai kegiatan-kegiatan namun nilai akademiknya jatuh. Klo seperti ini bagai mana pemuda mau menjadi agent of change sedangkan dia tidak bisa melakukan perubahan kearah ang lebih baik bagi dirinya.
     Bukankah seharunya kita menjadi teladan dulu bagi diri kita sebelum menjadi teladan bagi orang lain, sperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad saw.
     Kemajuan suatu bangsa tidak perna lepas dari kemajuan kualitas sumber daa manusianya  (SDM), yang mana kualitas SDM ini tidak akan terbetuk jika tidak diasah atau dilatih sejak dini.






jadi untuk kesimpulannya adalah jika bangsa ini mau maju dan berkembang itu peran kita sebagai pemuda untuk membangun negeri ini menjadi negeri yang maju dan memajukan semua pemuda untuk meningkatkan SDM di negara kita,agar negara kita menjadi negara yang maju.Kita sebagai pemuda juga harus menjaga negeri dan kita sebagai pemuda harus menunjukan semangat pemuda seperti semangat pahlawan-pahlawan kita terdahulu.

    Untuk menutup tulisan ini saya mengutip kata dari presiden RI 1 yaitu presiden IR.soekarno "jika dia diberikan seratus orang tua maka dia bisa mencabut gunung semeru hingga keakar-akanya tapi apabila dia diberi sepuluh pemuda saja diakan merubah dunia". Seharusnya seperti ini lah semangat pemuda jaman sekarang sehingga bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju dan berkembang.



Tuesday, November 5, 2013

PERTUMBUHAN PENDUDUK

      Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap "kurang penduduk" bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi.

- faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :

1.Kelahiran (fertilitas).
   Faktor kelahiran (fertilitas) merupakan tingkat pertambahan penduduk melalui kelahiran bayi disuatu              wilayah pada suatu priode tertentu.
2.Kematian (mortalitas).
   Faktor Kematian (mortalitas) merupakan pengurangan penduduk melalui kematian disuatu wilayah pada        suatu priode tertentu.
3.Perpindahan penduduk (migrasi).
   Perpindahan penduduk (migrasi) adalah pindahnya penduduk dari satu tempat ketempat lain dan tidak          terpengaruh oleh wilayah.
 
    Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1  juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 . Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun. Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan  0,92 persen per tahun. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi, sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.


berikut adalah tabel pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun :

(tabel pertumbuhan penduduk)

berikut ini adalah persentase pertumbuhan penduduk di provinsi :


                                                     (persentase pertumbuhan di provinsi )


cara untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yaitu :

1. penambahan dan penciptaan lapangan kerja bagi para penduduk agar meningkatkan pola hidup masyarakat.

2. meningkatkan pendidikan dan kesadaran untuk para penduduk agar penduduk memiliki kecerdasan dan kesadaran agar mengikuti program keluarga berencana agar menanggulangi populasi penduduk.

3. mengurangi jumlah penduduk dengan melakukan transmigrasi menyebarkan penduduk ke daerah-daerah yang kepadatan penduduk rendah.

4. meningkatkan produksi dan sumber daya makanan agar mengimbangi dan menyesuaikan kepadatan agar tidak bergantung dengan daerah lain.

5. mengikuti program KB agar tidak membuat daerah yang sudah padat penduduk menjadi lebih padat lagi.